Cegah Kaki Diabetes, Kenali Perubahannya!

07 Oct 2019 • Diabetes

Ditulis oleh: dr. Rianty Lais Manna

Telah direview oleh: dr. Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD, FES


"Mencegah selalu lebih baik dari mengobati.."

Kalimat ini selalu mengingatkan kita untuk sadar akan besarnya komplikasi yang dapat dialami oleh penderita diabetes bila tidak merawat diri dengan baik.

Kaki diabetes adalah perubahan apapun yang terjadi pada kaki akibat penyakit diabetes. Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi yang tampak paling mengerikan dan sering membuat penderita merasa rendah diri. Perawatan kaki yang buruk dapat berakibat kaki membusuk hingga amputasi. Kaki diabetes dapat menimbulkan kecacatan yang permanen dan menurunkan produktifitas dan kualitas hidup penderita diabetes.

Penyebab kaki diabetes

Komplikasi kaki diabetes tidak terjadi secara instan melainkan terjadi akibat kombinasi berbagai faktor. Kaki diabetes diawali dengan kerusakan saraf dan gangguan pada pembuluh darah.

Kerusakan saraf mengakibatkan terganggunya sensasi rasa pada kulit, nyeri pada kaki serta perubahan bentuk pada kaki. Perubahan bentuk kaki ini mudah terlihat namun sering kali tidak disadari atau tidak dihiraukan oleh penderita karena belum menimbulkan keluhan yang bermakna.

Gangguan pembuluh darah pada penderita diabetes menyebabkan aliran darah tidak lancar dan berkurangnya asupan nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan luka. Bila kerusakan saraf dan gangguan pembuluh darah bersama-sama tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan dan pembusukan pada kaki.

Gejala dan perubahan kaki diabetes

Rasa kebas pada kaki seakan-akan memakai kaos kaki yang tebal saat kondisi kaki terbuka sering kali dirasakan oleh penderita diabetes. Selain itu, penderita diabetes juga dapat merasa nyeri dan kesemutan.

Kerusakan saraf yang berlebihan dapat pula mengakibatkan menurun atau hilangnya fungsi otot yang dipersarafi. Hal ini menyebabkan otot yang gerakannya berkurang ini menjadi lemah dan mengecil. Perubahan ini mengakibatkan perubahan struktur dan ketidakseimbangan dalam melakukan fungsi, saat berjalan atau berdiri untuk menopang tubuh.

Kerusakan pada otot jari kaki yang dapat dilihat dan dikenal dengan sebutan Hammer toes (bila bentuk jari kaki menyerupai palu) atau Claw toes (bila bentuk jari kaki menyerupai cakar).  

Kerusakan saraf juga menyebabkan menurunnya produksi keringat dan minyak yang fungsinya untuk melembabkan kulit. Akibatnya kulit menjadi kering, mudah pecah dan berisiko terbentuknya kapalan. Kulit yang kering dan mudah pecah ini dapat melepuh (blister) atau luka. Bila luka terbuka ini terinfeksi oleh kuman maka akan mempersulit penyembuhan.

Kaki Charcot merupakan salah satu komplikasi lainnya yang terjadi pada kaki akibat diabetes dan menyebabkan kecacatan. Kaki Charcot menyebabkan kerusakan pada susunan tulang, sendi dan jaringan sekitar pada kaki dan tumit yang membuat kaki terlihat bengkak.

Kaki Charcot yang tidak teridentifikasi dan tidak segera dilakukan terapi yang baik akan merubah bentuk kaki serta luka pada kulit hingga pada permukaan tulang. Bila hal ini terjadi, maka potensi terjadinya infeksi sangat tinggi dan dapat berujung pada amputasi.

Yuk, cegah supaya kaki tidak diamputasi!

Bila terjadi perubahan bentuk kaki, maka mengurangi beban tekanan berlebihan pada kaki perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Istilah pengurangan tekanan pada kaki dikenal dengan istilah offloading.

Disamping itu, penderita diabetes harus taat dalam memakai alas kaki, saat di luar rumah maupun di dalam rumah. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya luka dikaki yang sangat rentan terjadi.

Idealnya, alas kaki untuk penderita diabetes memiliki ruang yang luas untuk jempol dan jari kaki, sol sepatu yang empuk dan lembut serta cukup dalam untuk menyediakan ruang untuk tekanan saat berdiri.

Mengenali perubahan bentuk pada kaki dapat dimulai dengan melakukan hal yang sederhana di rumah, seperti memeriksa kaki setiap hari dengan menggunakan cermin agar dapat melihat kaki hingga telapak kaki dengan teliti. Keluarga juga dapat membantu dengan rajin menggosokkan kaki penderita dengan minyak agar tidak kering sambil melihat perubahan pada kaki.

Hal lain yang sangat penting dalam merawat kaki adalah dengan mencegah terjadinya luka. Luka sederhana dapat timbul akibat penderita diabetes memotong kuku jari kaki sendiri terlalu pendek. Sebaiknya mintalah keluarga untuk membantu memotong kuku jari kaki agar tidak luka.

Hindari pula terapi refleksi seperti menginjak-injak batu panas, atau merendam kaki pada air yang terlalu panas, karena suhu yang terlalu panas sering tidak dirasakan oleh  penderita dan tanpa sadar telah menyebabkan luka bakar.

Jadi, mari merawat kaki dengan baik untuk mencegah kaki diabetes.

 

Referensi:

Andrew J.M.B., David G.A., dkk, American Diabetes Association, 2018

Mishra. S C., Chhatbar K C., et al, NCBI, 2017