Cari Tahu Perbedaan Virus COVID-19 dengan SARS & MERS!

04 Sep 2020 • Tips Kesehatan

Novel coronavirus 2019 (SARS-CoV-2) adalah coronavirus baru pada manusia yang muncul pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok.

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2. Infeksi ini ditandai dengan sindrom pernapasan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari penyakit saluran pernapasan ringan hingga pneumonia interstitial berat dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Meskipun SARS-CoV-2 termasuk dalam genus Betacoronavirus yang sama dengan coronavirus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), virus SARS-CoV-2 ini tampaknya menyebabkan infeksi yang lebih ringan.

Mekanisme penyebaran SARS dan MERS adalah secara nosokomial (rumah sakit), sedangkan SARS-CoV-2 jauh lebih banyak ditularkan di masyarakat.

Tingkat kematian COVID-19 lebih rendah daripada kematian akibat SARS dan MERS. SARS & MERS telah mengakibatkan infeksi ribuan orang dalam beberapa dekade terakhir, dengan tingkat kematian 10% untuk populasi SARS-CoV dan 37% untuk populasi MERS-CoV.

Virus COVID-19 pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 di Wuhan, Cina. Di sisi lain, virus MERS pertama kali ditemukan pada 2012 di Arab Saudi. Sedangkan, virus SARS pertama kali dilaporkan pada 2002 di China Selatan.

Baik SARS-CoV maupun MERS-CoV berasal dari kelelawar, tetapi asal muasal virus COVID-19 masih harus diselidiki lebih lanjut.

Diketahui bahwa hewan perantara virus MERS-CoV adalah unta, sedangkan hewan perantara virus SARS-CoV adalah musang. Sampai saat ini, hewan perantara virus COVID-19 masih belum diketahui.

Gejala COVID-19 lebih ringan daripada SARS dan MERS, tetapi bertransmisi lebih cepat. Demam, batuk, dan kelelahan adalah gejala umum COVID-19.

Nyeri otot, nyeri dada, dispnea, sakit tenggorokan, muntah, diare dan kebingungan juga muncul pada infeksi SARS-CoV-2, dengan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) sebagai komplikasi utama.

Pengetahuan tentang transmisi COVID-19 masih terbatas. Dikonfirmasi bahwa penularan terjadi dari manusia ke manusia, dan diperkirakan menyebar melalui droplet dari batuk atau bersin.

Penularan juga mungkin terjadi dengan menyentuh atau memakan hewan yang terinfeksi, yang masih belum teridentifikasi.

Cara transimisi MERS-CoV-2 seringkali dari menyentuh unta yang terinfeksi dan mengonsumsi susu atau daging unta. Sedangkan, SARS-CoV-2 menyebar antara manusia melalui kontak dekat.

Terlepas dari persamaan dan perbedaan SARS-CoV, SARS-CoV-2, dan MERS, kita dapar menghindari penularan virus berbahaya ini dengan tetap menjaga jarak dengan di rumah saja, cuci tangan lebih sering, menutup mulut dengan siku saat batuk atau bersin, dan tidak menyentuh wajah.

Pastikan juga untuk mengikuti rapid test karena banyak kasus covid akibat tidak terdeteksi sejak dini.

Referensi:

  1. Fani M, Teimoori A, Ghafari S. Comparison of the COVID-2019 (SARS-CoV-2) pathogenesis with SARS-CoV and MERS-CoV infections. Future Virol. 2020.
  2. Huang, P. How does the novel coronavirus compare with MERS, SARS And the common cold? [Internet]. 2020 Jan 22 [cited 2020 Jul 25]. Available from: https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2020/01/22/798277557/how-does-wuhan-coronavirus-compare-to-mers-sars-and-the-common-cold
  3. Petrosillo N, Viceconte G, Ergonul O, Ippolito G, Petersen E. COVID-19, SARS and MERS: are they closely related?. Amsterdam: Elsevier; 2020.
  4. Peeri NC, Shrestha N, Rahman MS, et al. The SARS, MERS and novel coronavirus (COVID-19) epidemics, the newest and biggest global health threats: what lessons have we learned?. Int J Epidemiol. 2020.
  5. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus disease (COVID-19) revisi ke-5 [Internet]. 2020 Jul 13 [cited 2020 Jul 26]. Available from: https://covid19.go.id/p/protokol/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-coronavirus-disease-covid-19-revisi-ke-5